Saturday April 19, 2014
27
Jun
Category: indonesia news
Hits: 623

JAKARTA (gemaislam) – Adanya perluasan dan renovasi Masjidil Haram membuat pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota jamaah haji dari setiap negara sebanyak 20 persen, akibatnya lebih dari 40 ribu calon jamaah haji asal Indonesia batal berangkat ketanah suci tahun ini.

“Untuk kenyamanan dan tindakan preventif, sementara jamaah haji dikurangi hingga 20 persen,” kata duta besar Arab Saudi untuk Indonesia, Musthafa bin Ibrahim Al Mubarak saat jumpa pers dihadapan wartawan dikediamannya, Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).

Perluasan dan renovasi itu, kata Musthafa, membutuhkan waktu sekitar 3 tahun. Biasanya tempat thawaf bisa menampung hingga 48 ribu orang perjam, karena ada perbaikan ini berkurang menjadi 22 ribu orang perjam.

“Saat ini tempat untuk thawaf hanya bisa menampung 22 ribu orang,” papar Musthafa.

Pengurangan kuota ini bukan hanya untuk warga asing saja, tetapi penduduk Arab Saudi pun dikurangi hingga 50 persen.

“Karena kapasitas thawaf berkurang, pemerintah Arab Saudi  mengurangi kuota jamaah haji untuk warga Arab Saudi sebesar 50 persen, sedangkan untuk negara lain 20  persen,” ujarnya.

Untuk warga Arab Saudi maupun warga negara asing yang tinggal disana, lanjut Musthafa, tidak bisa sembarang menunaikan ibadah haji, karena ada mega proyek ini.

Duta besar pun mengingatkan agar kaum muslimin yang pernah menunaikan ibadah haji atau umrah, hendaknya tidak diulang pada saat renovasi Masjidil Haram ini.

“Bagi yang sudah pernah menunaikan ibadah haji atau umrah, sebaiknya jangan berangkat lagi pada tahun-tahun ini, untuk memberikan kesempatan kepada yang lain,” tuturnya.

Terkait dengan haji non kuota, apakah itu termasuk kedalam pengurangan atau tidak, Musthafa menyerahkan hal itu kepada Menteri Agama Republik Indonesia.

“Untuk haji non kuota kita serahkan kepada Menteri Agama Republik Indonesia,” paparnya.

Masih kata Musthafa, Jika renovasi dan perluasan Masjidil Haram ini selesai, akan bisa menampung 105 ribu jamaah haji perjamnya. (bms)

comments

Add comment

Berita Nasional

article thumbnail

JAKARTA - (Gemaislam) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan akan menggelar seminar dan bedah buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”, Ahad (27/04/2014). Rencananya,  [ ... ]

More inindonesia news  
comments