Tuesday September 2, 2014
15
Jul
Category: eropa news
Hits: 919

Moskow (gemaislam) – Sebagai salah satu pecahan terbesar Uni Soviet yang runtuh beberapa dekade lalu, Rusia dahulu dikenal masih memiliki sisa-sisa paham komunis yang menjadi mazhab politik di Uni Soviet. Komunisme yang menjadi rujukan utama pemerintah, melarang penyebaran dan kegiatan semua agama, terlebih ajaran agama Islam.

Kaum muslimin yang hidup di bawah rezim komunis tersebut, apalagi ketika masuk bulan Ramadhan, begitu dikekang dan dibatasi oleh pemerintah. Begitu sulitnya menjalani ibadah puasa atau bahkan hanya sekedar bergembira dengan keberadaan bulan penuh keberkahan tersebut. Satu buah gambaran kehidupan yang penuh dengan tekanan.

Untungnya, situasi sekarang sudah jauh berbeda. Kini, Islam kini telah berkembang dan bahkan menjadi agama kedua terbesar setelah Kristen Ortodoks di Rusia. Berdasarkan data, jumlah Muslim di negara ini diperkirakan mencapai 23 juta, atau 15 persen dari 145 juta populasi Rusia. Muslim terbanyak terdapat di utara Kaukasus dan selatan republik Chechnya, Ingushetia dan Dagestan.

Seiring dengan berkembangnya populasi muslim, jumlah masjid pun mengalami peningkatan yang signifikan. Kalau dahulu di saat kepemimpinan komunis, masjid di Rusia berjumlah hanya sekitar 100, kini telah ada lebih dari 10 ribu masjid di seluruh Rusia.

Bulan Ramadhan sendiri kini menjadi momen yang begitu dituggu-tunggu. Metin Donmez, imigran Turki yang tinggal di Rusia sejak tiga tahun lalu mengatakan, kebersamaan umat Muslim Rusia selagi Ramadan sangat indah. Kaum muslimin bersama-sama melaksanakan aktivitas Ramadhan seperti buka puasa, sahur dan tarawih.

"Mereka kaum muslimin saling mendoakan. Ramadhan adalah bulan paling suci bagi kami, memberikan kami kesempaatan untuk bersilaturahmi dengan muslim lainnya yang tinggal di bagian lain Rusia," kata Donmez, seperti dikutip dari onislam, Ahad (14/7).

Seperti halnya negara-negara di kawasan Eropa timur lainnya, rentang waktu puasa di Rusia juga tergolong lama, sekurang-kurangnya 18 jam. Agar dapat bertahan manjalankan ibadah puasa, muslim Rusia menyiapkan makanan dengan kalori tinggi saat sahur maupun saat berbuka. Biasanya mereka menyiapkan sup berisi daging, kentang, bawang putih, dan sayuran. Khusus untuk berbuka mereka juga menyiapkan kurma. (arc)

comments

Add comment

Berita Nasional

article thumbnail

BEKASI (gemaislam) – Praktisi ruqyah syar’iyyah Adam Amrullah divonis penjara percobaan selama 2 tahun oleh Pengadilan Tinggi Bekasi pada Senin (1/9/2014). Hakim Ketua mengatakan bahwa Adam telah [ ... ]

More inindonesia news  
comments