Tuesday September 2, 2014
Category: indonesia news
09
Dec
Hits: 581

JAKARTA (gemaislam) – Ketua Umum DPP Perhimpunan Al Irsyad Yusuf Utsman Baisa sangat menyayangkan rencana akan dijualnya Masjid Teja Suar Cirebon kepada pengusaha.

Tokoh Islam kelahiran Cirebon itu bercerita tentang bagaimana dulu dakwah Islam berpusat di Masjid Teja Suar.

“Dulu, tahun 80-an, anak-anak muda banyak berkumpul di masjid Teja Suar untuk mengikuti kegiatan keagamaan,” katanya, saat ditemui  gemaislam.com, Kamis pekan lalu (5/12) di kantor DPP Perhimpunan Al Irsyad Jalan Pedati Raya 14 Bidaracina Jatinegara Jakarta Timur.

Bahkan, Kata pria yang biasa disapa Ustadz Yusuf ini, saat pemerintah melarang penggunaan jilbab bagi para siswi, seluruh pelajar sewilayah 3 Cirebon berkumpul dimasjid tersebut untuk bermusyawarah mencari solusi.

“Para pelajar berkumpul disitu untuk berkumpul, dihari-hari biasa pun banyak halaqoh-halaqoh pengajian,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, dakwah pemurnian akidah di Cirebon, cikal bakalnya bermula dari masjid yang didirikan oleh H. Amin Saelan itu.

“Masjid itulah awal mula dakwah sekolah dan kampus di Cirebon, bahkan menjadi penggerak pemurnian akidah dizamannya,” ungkapnya.

Ustadz Yusuf menjadi saksi sejarah karena pada tahun 80-an sedang mengenyam pendidikan di SMA Muhammadiyah yang letaknya hanya beberapa meter saja dengan Masjid Teja Suar.

“Saya dulu tahun 80-an masih sekolah di SMA Muhammadiyah, jika mampir untuk sholat, masjid itu selalu ramai diisi anak-anak muda untuk mengisi kegiatan disana,” kisahnya.

Saat ditanya, bagaimana langkah dan solusi agar masjid tidak jadi dijual oleh pemiliknya, karena status tanah belum diwakafkan?, pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Pesantren Islam Al Irsyad itu menghimbau agar pihak-pihak terkait merasa peduli, jika perlu menggalang dana.

“Harus ada penggalangan dana untuk menyelamatkan masjid Teja Suar, insya Allah saya siap untuk berpartisipasi, sehingga nanti masjid tersebut tetap digunakan oleh kaum muslimin seluruhnya,” tegasnya (bms)  

Category: indonesia news
08
Dec
Hits: 346

JAKARTA (gemaislam) Prosentase angka HIV/AIDS di Indonesia sekitar 150, dimana Jakarta adalah penyumbang terbesar sekitar 55%. Dahulu paradigma penderita AIDS identik dengan pergaulan bebas, pengguna narkoba, tattoo dan homoseksual.

Tetapi rupanya sejalan usia bumi ini paradigma telah bergeser dan berubah. Orang –orang ‘lugu’ pun telah menjadi ‘korban’ akibat kehidupan hedonistic yang dilakukan oleh sebagian orang – orang dekat diantara mereka.

Hal yang sama juga terjadi di propinsi lainnya, tercatat di Jawa Tengah ibu rumah tangga yang menderita HIV/AIDS ada pada posisi kedua 18,33 %. Kabupaten Cianjur hingga 2012 75 % kasus adalah ibu rumah tangga. Menurut dinas kesehatan kota Malang sekitar 40 % ibu rumah tangga merupakan kedua terbanyak setelah pengguna narkoba penderita HIV/AIDS atau sekitar 2% kenaikannya per tahun.

Jika begitu mengancamnya virus ini terhadap nasib manusia khususnya para kaum hawa bagaimana kita membayangkan nasib generasi negeri ini mendatang.

Justru peranan seorang ibu memiliki peranan yang esensial untuk mencetak generasi-generasi tangguh untuk menyongsong peradaban manusia yang mulia. Tentu saja orang orang sukses lahir dari rahim-rahim perempuan yang sehat baik jasmani maupun rohani, tarbiyah yang dilakukan ibu semasa mengandung terbukti berpengaruh terhadap bayi yang dikandungnya seperti dilansir islampos.

Peranan seorang ibu sangat sentral dalam pendidikan di rumah bahkan di masyarakat. Melihat fakta diatas tentu kita tidak ingin berdiam diri terus menerus melihat kenyataan yang kontradiktif ini atau harus menunggu hingga punahnya peradaban manusia dengan sendirinya.

Masalah AIDS bukan saja problem segmentasi masyarakat ataupun nasional, tetapi masalah dunia. Penyakit menular oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang ditularkan melalui darah dan kontak seksual ini menyebabkan kekebalan imunitas terganggu atau rendah, sehingga dengan mudahnya penyakit-penyakit oportunistik menghinggapi tubuh penderita, perlu diketahui kematian penderita AIDS bukan lah secara langsung karena virusnya, melainkan akibat penyakit opurtunistik seperti TB, radang otak, radang paru dan infeksi jamur yang memberat terutama pada kondisi imun yang rendah.

Harus ada langkah konstruktif dan sistematis yang ideal untuk mengatasi hal ini dan melibatkan semua pihak, tidak saja dibebankan kepada pihak medis yang sehari-harinya bertemu dan memberikan pelayanan kepada mereka.

Solusi komprehensif Khusus ODHA dalam penatalaksanaan perlu pendekatan yang komprehensif dan holistic. Pendekatan yang dilakukan termasuk pengendalian intervensi biologis virus HIV, infeksi sekunder, dukungan nutrisi yang baik, dukungan psikologis terutama keluarga, berprilaku hidup sehat serta tidak berprilaku menyimpang dari syariat Nya itu yang penting.

Dalam terapi infeksi HIV /AIDS, peranan ARV penting untuk menekan tingkat kepadatan HIV, bekerja secara langsung menghambat replikasi virus, memperbaiki prognosis, meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang harapan usia hidup. Tetapi tidak menghilangkan virusnya. Sehingga kepatuhan dan komitmen sangat diharapkan untuk konsumsi dalam waktu yang lama.

Jika membahas apakah perlu diskriminasi dan isolasi secara sosial terhadap semua penyakit menular khususnya HIV/AIDS. maka secara ilmiah tindakan diskriminasi secara sosial atau kuratif kepada mereka tidak lah tepat. karena tindakan diskriminasi dan isolasi secara medis maupun sosial terhadap mereka malah bisa membuat sikap tertutup yang justru malah bisa meningkatkan resiko penularan kepada yang lainnya karena tidak adanya edukasi yang baik dan justru sikap keterbukaan antara berbagai pihak bisa menjadi kesempatan untuk sosialisasi kepada mereka dengan sentuhan nilai yang Islami bukan malah dijauhi seperti dilansir islampos.

Justru yang perlu ‘diisolasi’ adalah perilakunya, jika sekiranya dari perilakunya itu lah mereka ‘tertular’ dan beresiko ‘menularkan’ kepada orang lain. Itulah yang menjadi alasan kelompok ibu rumah tangga angkanya cenderung meningkat karena perilaku suaminya. Berikutnya, secara ilmiah bahwa penularan HIV hanya melalui kontak darah,transfusi darah, hubungan seksual dan dari transmisi ibu ke janinnya. Sehingga harapannya para ODHA dapat melakukan aktivitas pekerjaan untuk selalu produktif sekiranya produktifitas mereka malah bisa mendatangkan manfaat bagi orang lain dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Memang benar HIV adalah penyakit menular, tetapi tidak perlu ada tindakan isolasi yang berlebihan terhadap mereka. Pada kasus AIDS selain sifat infeksius dari virusnya, justru sifat perilaku negatif ODHA yang berpotensi “menularkan” secara sosial dan budaya. Sifat penyimpangan seksual pada homoseksual seperti waria dalam komunitas-komunitas yang ada, lokalisasi prostitusi yang semakin merajalela, penggunaan dan pengedaran narkoba yang tidak pernah tuntas memberikan ancaman kepada generasi muda, bangsa ini dan dunia.(zb)

Category: indonesia news
07
Dec
Hits: 314


BANJARBARU (gemaislam) Seperti kita ketahui Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril, dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Category: indonesia news
07
Dec
Hits: 311

PURWOKERTO (gemaislam) Tingkat peredaran uang palsu di negara Indonesia semakin hari semakin berkembang, dan nampaknya menjadi hal yang biasa. Peredaran uang palsu tersebut sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memperoleh keuntungan.

Category: indonesia news
07
Dec
Hits: 826

WASHINGTON (gemaislam) Bahaya rokok dan dampak rokok bagi kesehatan memang sudah dicantumkan dalam bungkus rokok yang dijual dipasaran. Disana disebutkan bahaya rokok untuk kesehatan "bisa menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin".

Berita Nasional

article thumbnail

JAKARTA (gemaislam) – Jamaah haji Indonesia diminta waspada terhadap gejala flu. Hal ini disebabkan sedang merebaknya virus MERS CoV (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus) dan Ebola. Kepal [ ... ]

More inindonesia news