Tuesday July 29, 2014
15
Sep
Category: arab news
Hits: 628

Istambul(Gemaislam)-Pemimpin Kelompok Mujahid Tentara Pembebasan Suriah (FSA) menolak kesepakatan antara Amerika Serikat dan Rusia untuk memusnahkan senjata-senjata kimia Suriah pada pertengahan tahun 2014. "Kami tidak dapat menyetujui prakarsa ini," kata Jenderal Selim Idriss kepada wartawan di Istambul.

Ia menyatakan: "Kami dalam Tentara Pembebasan Suriah tidak ambil pusing dengan pelaksanaan setiap bagian dari prakarsa itu... Saya dan saudara-saudara saya sepakat akan terus berperang sampai pemerintah itu jatuh."

Hal ini dinyatakannya setelah Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengumumkan hasil perundingan. "Apakah kami warga Suriah harus menunggu sampai pertengahan tahun 2014, untuk melanjutkan pembunuhan setiap hari, dan menyetujui (perjanjian itu) hanya karena senjata-senjata kimia akan dimusnahkan pada tahun 2014," tanya Idriss.

Idriss juga menuduh Rusia bersekongkol dengan Damaskus untuk mencari satu jalan keluar yang aman bagi Bashar. "Apabila pemerintah itu setuju menyerahkan senjata-senjata itu, rezim itu mengakui kejahatannya. Seharusnya, senjata-senjata itu diserahkan, tanpa menangani kejahatan itu," tanyanya. "Saya menyerukan Bashar al-Assad diajukan ke Pengadilan Pidana Internasional sekarang karena ia adalah seorang pelaku kejahatan." (Fhd/Ant)

comments

Add comment

Berita Nasional

article thumbnail

JAKARTA (gemaislam) - Presiden RI ketiga BJ. Habibie menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga mampu menjaga nama baik bangsa. Hal i [ ... ]

More inindonesia news  
comments