Sunday April 20, 2014
26
Jun
Category: arab news
Hits: 5160

JEDDAH (gemaislam) – Keterlibatan kelompok Hizbullah dan Iran dalam konflik dalam negeri Suriah semakin memperjelas inti permasalahan yang terjadi. Iran dan Hizbullah – dengan akidah Syiahnya – membantu rezim Bashar Assad dalam memerangi warganya sendiri yang ingin terbebas dari pemerintahan diktator Assad.

Sudah lebih dari dua tahun krisis terjadi di Suriah dan dalam perkembangannya, kelompok Hizbullah dan Iran ikut bermain di dalam konflik tersebut. Kasus terakhir adalah berkaitan dengan serangan militer Assad yang dibantu Iran dan Hizbullah terhadap wilayah Qushair.

Menteri Luar Negeri Saudi Saud Al-Faisal menyebut bahwa campur tangan Teheran dalam krisis yang sedang berlangsung di Suriah adalah tindakan berbahaya dan tak bisa dibenarkan.

“Suriah kini tak lain merupakan wilayah yang terjajah” ucap Saud Al-Faisal.

Lebih lanjut, Arab Saudi mengatakan dunia seharusnya tidak membiarkan Iran dan kelompok militan Hizbullah mendukung pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad, demikian seperti dikutip alarabiya, Rabu (27/6).

Saud al-Faisal juga mengatakan negaranya tidak bisa tinggal diam atas keterlibatan Iran dalam krisis tersebut. Pangeran Saudi ini juga menyerukan bantuan militer lebih  banyak bagi para pejuang Revolusi Suriah. (arc)

comments

Comments   

 
0 # Chairil anwar 2013-12-09 05:57
Kerajaan Malaysia lebih tegas:syiah bukan Islam"
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Berita Nasional

article thumbnail

JAKARTA - (Gemaislam) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan akan menggelar seminar dan bedah buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”, Ahad (27/04/2014). Rencananya,  [ ... ]

More inindonesia news  
comments